ijinkan saya @davisyah2 nulis lagi di Blog yg akan saya baca di kemudian hari,
mungkin blog ini akan berarti nanti,, saat teman teman gratz sudah menjadi tua, saat anak cucu kalian sudah memijat kalian,, saat futur disaat iman kita tipis,, atau saat nanti kita sudah tak saling mengenal,, setidaknya kita pernah bersama, nakal hingga hijrah, susah hingga senang, sedih sampai senyum, bahkan pagi saat kita bertemu dan senja saat kita berpisah, hehehe ok ,,, check it out,,
08.00 Pagi, Jalan Alternatif,Cibubur
badut badut buatan sudah mulai beroperasi di Cibubur kala itu, badut ini memang hanya ada di cibubur setau ku,mereka berlangak lengok hanya demi recehan, panas panas terkurung kain yg lama tak dicuci demi bertarung dengan kerasnya kehidupan,, wuzzzzzzz semua sirna dihempas lewat mobil yang kami kendarai,, dengan makanan tercukupi, pakaian yg bagus, wajah yg terawat, sungguh terpenuhi kehidupan kami,,, Alhamdulilah,, namun sungguh semua dunya ini tetap gak bisa memuaskan, gak bisa membuat puas, dan senyum yg ikhlas, jadi kami memutuskan sudah sejak beberapa bulan lalu untuk hijrah menjadi lebih "Baik",,,, tepat pukul 11.00 WIB kami touch down at Ciangsana,,, suasana perkampungan padat penduduk terasa bgt sob,, nasi uduk pun dilahap oleh echo dan saya,,, kerupuk bintang segi lima warna warni,,, pohon rambutan tanah garapan bekas bengkel yg dulu pernah kami datangi,,, tujuan kami gak lain cuman menemani salah satu teman kami yg pasti kalian tau siapa,,, yg bisa dibilang bejat, laknat, sedikit suka cowo, dan kejam, yap dialah cile,,, kami menemani bukan berarti tanpa pamrih,, tetep ada pamrih,, hheehe yap seengaknya dialah yg bakal jadi tamen di halal bi halal dengan komunitas ITJ nantinya,, yap komunitas yg baru kami gandrungi dan cuman pengen nyari akhwat doang niatnya,,,,
suasana desa ciangsana masih teduh, sehabis gue dan eka makan nasi uduk dengan diameter mie yg abnormal kamipun menutup dengan sebatang rokok,, belum habis roko kita pun memutari sekitaran kampung untuk santunan,, jalanan agak kecil, kebun, semua terlihat simple dan pada akhirnya ada moment,,
momen dimana menyentuh relung hati paling dalam,,, menusuk sistim limbik otak,, memecah kehampaan diri,, dan semua bagai meneguk air segar namun di hati yang mendung,,,,
moment "si cile ngasih uang ke janda yg mengontrak dan sudah tua renta" si nenek amat berterima kasih dengan pemeberian dan di kehidupan nya yg susah,, entah kenapa senyum nenek bisa menjadi air penyegar hati kita bertiga,, namun keadaan nya se akan menampar pipi kanan kiri dan menggedor syaraf logika kami,,,
bagaimana Mungkin,,,
Bagaimana Mungkin beliau bisa hidup seperti ini,,
bagaimana mungkin tetangga membiarkan beliau mencari kayu bakar,
bagaimana mungkin beliau menawarkan kami kopi yg airnya saja susah beliau dapatkan
bagaimana mungkin senyum beliau ternyata menjadi hal terindah kami,
bagaimana mungkin anak nya bisa meninggalkan beliau
bagaimana mungkin kami bisa diam melihat keadaan ini,
bagaimana mungkin,,, uang 50 ribu bisa datangkan senyum padahal bagi kami hanya uang receh,
sunguh kufur kami akan nikmatMu ya Rabb
sungguh malu kami akan keadaan kami,,,, berlimpah harta tapi gak berbuat,,
sungguh bahkan nafas kami hanya milikMu Ya Allah,,,
namun bersedekah saja kami enggan,, dan kami hanya berharap pertolonggan yg instan,
Ampuni kami Ya Rabb,, tamparan ini bagi kami adalah wujud kasih sayang Mu,,
echo pun ber ujar " mungkin emang Allah pengen kita ke jalan yg lebih baik sob"
aku berfikir dalam benak ku,,, saaat nenek tsb di Akhirat mungkin akan yg akan ditanya adalah, "kemana Anakmu sampai membiarkan mu hidup spt itu?,,, aku tak mengerti Ya Rabb mungkin mereka sibuk maka mafkanlah mereka,,"
lalu kami ditanya di akhirat "apa yg kalian perbuat sampai tidak melakukan apa apa terhadap lingkungan sekitarmu?" sesunggunya kami tidak punya hujjah/jawaban yg tepat,,, maka kami berniat untuk melakukan,, dan kami takut akan pertanyaan diatas,, ;)
secara gamblang Gratz bukanlah anak alim bahkan jauh daripada alim, kelam dan gelap masa lalu kami, maksiat dan khomer jadi santapan kami, dosa sudah biasa, judi pun bisa, namun pagi ini kami ditampar,,, dengan kelembutan Allah Azza Wa Jalla, kami malu akan keadaan kami yg lantas berfoya akan kelebihan kami,, dan bermaksiat akan rezeki kami,,, kamipun melanjutkan perjalanan mengelilingi kampung dengan rasa tertampar dan segar menyesakan dada,,, uang yang biasa kami gunakan foya foya mungkin bulan depan kami rencanakan sisihkan untuk yg membutuhkan In Shaa Allah,,,,
lanjut lagi akhirnya saat nya santunan kepada anak SD dan SMP, memang santunan ini tidak turut menampar kami dari sisi iba,,, namun menjenggut kami seakan berkata
"kami adalah adik adikmu ,,, kami terima kasih atas uang mu,, namun kami butuh lebih dari sekedar itu"
yap uang memang mendukung mereka untuk belajar,,, namun di zaman finah seperti ini?? dimana pendidikan agama hanya 2 jam per minggu???,, ingat Islam adlalah way of life,, bukan sekedar penyembahan kepada Allah,, sama sekali bukan,, ini adalah cara hidup manusia ,, morall,, atitude,, dan cara menghadapi Dunya,,,
mereka butuh itu,,, mereka butuh motivasi bukan sekedar biaaya untuk sekolah,,, namun juga alasan kenapa mereka bersekolah,,, bukan peralatan untuk pergi ke sekolah,, namun akidah yg lurus yg menghantarkan mereka ke Syurga Allah,, bukan sekedar alat tulis untuk mencapai Ilmu,, Namun Ilmu yg hakiki dan bermanfaat,,, kami pun berencana untuk memberikan sedikit nasihat nantinya,,, walau kami tau kami bukanlah apa apa,, tapi setidaknya kami gak mau cuman jadi sampah di mata mereka,,,, teringat 2 ayat berikut saat bercengkrama dengan anak Yatim,,
Allah berfirman, artinya,“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin….”
(QS. an-Nisa: 36).
“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”. (Q.S. Al Baqarah, 2:220)
maka kamipun memutuskan untuk mecoba bercengkrama lebih dalam, kepada anak yatim, tentunya dengan bercengkarama pasti akan timbul perasaan sayang terhadap keluarga dirumah,,, saat kita baik terhadap anak yatim,, maka kita akan ingat adik kita dirumah,, baik terhadap jompo,, kita akan ingat orang tua kita dirumah,, sekian,,, kamipun menutup kegiatan dengan menyembah dan menjadi tujuan ridho hidup kami selama Ini ,, Allah SWT,, Sholat Dzhur dan kami menamcap gas ke daerah bogor,,,
sekian,,,
@Davisyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar